1. PARADIGMA EKONOMI ISLAM
Nama : Muhammad Faiz Arrafi
Kelas
: Pengantar Ekonomi Islam (1B)
NIM
: 11210860000045
EKONOMI SYARIAH
1. PARADIGMA
EKONOMI ISLAM
Paradigma merupakan cara masing-masing orang
memandang dunia, memandang persoalan, alur berfikir seseorang yang terbentuk
karena pengalaman dan pilihan-pilihan. Disini saya akan membahas tentang
paradigma dari ekonomi yang bernilaikan ajaran-ajaran islam.
Islam Sebagai Pandangan Hidup
Islam sebagai pandangan hidup (way of life)
mempunyai ajaran yang menjamin keselamatan dunia akhirat,bahkan eksistensinya
diperadaban manusia sebagai rahmatan lil 'alamin. Hal ini terbagi-bagi dalam
berbagai bidang kehidupan baik sosial, politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan
sebagainya. Salah satu aspek yang diatur dalam Islam adalah aspek muamalat. Dan
dalam pembahasan kali ini saya akan menekankan pada bidang ekonomi.
Agama Islam
juga sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin). Misalnya
dalam muamalat islam tidak membeda-bedakan antara muslim dan non muslim.
Sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW melalui hadisnya :
“Sungguh
kami bersama Rasulullah SAW, kemudian datang seorang laki-laki musyrik yang
berambut kusut tinggi besar dengan membawa kambing yang di gembalakannya,
kemudian Rasulullah SAW bersabda: “dijual atau dihibahkan?”, maka berkata (laki
laki musyrik tersebut): “dijual”, kemudian Rosulullah membelinya satu ekor.
(HR. Imam Bukhari).
Pendekatan Islam Terhadap Masalah Ekonomi
Kegiatan ekonomi dalam Islam bersifat muamalah. Kegiatan muamalah
merupakan kegiatan-kegiatan yang menyangkut hubungan antar manusia. Kegiatan
ini sama halnya dengan transaksi, sebagaimana muamalah transaksi juga banyak
macamnya salah satunya yaitu sewa menyewa. Kajian hukum Islam tentang mu āmalah
secara garis besar terkait dengan dua hal. Pertama mu āmalah yang berkaitan
dengan kebutuhan hidup yang bertalian dengan materi dan inilah yang dinamakan
dengan ekonomi. Sedangkan yang kedua, mu āmalah yang terkait dengan pergaulan
hidup yang dipertalikan oleh kepentingan moral rasa kemanusiaan dan inilah yang
dinamakan sosial.
Aktivitas ekonomi dalam Islam bersumber dari wahyu, maka segala
aktivitas ekonomi Islam harus bersifat pengabdian kepada Allah swt. Sebuah
konsep yang berbeda dari kegiatan ekonomi dalam sistem yang dihasilkan oleh
pemikiran manusia.Teori kapitalis sangat mendewakan individualisme. Sehingga
teori ini menonjolkan rasionalisme dan materialisme. Hal yang menjadi pedoman
ajarannya adalah bebas berbuat dan bebas bertindak. Teori kapitalis mengajarkan
bahwa kesuksesan ekonomi ditentukan oleh diri sendiri atau disebut anthropocentrism
individualism. Konsep yang Islam tawarkan adalah jika manusia ingin meraih
falah, maka ia harus berusaha untuk mendapatkan karunia dari Dzat Yang Maha
Kuasa. Maka dalam Islam yang menjadi penentu bagi berhasil atau tidaknya
seseorang, tidak terlepas kaitannya dengan kehendak-Nya. Manusia diciptakan di
muka bumi sebagai khalifah, maka tidak boleh terlepas dari aturan yang
menciptakannya.
Comments
Post a Comment