6. ANALISIS KRITIS PADA SISTEM EKONOMI KONVENSIONAL (Sistem Ekonomi Sosialis)

    6. ANALISIS KRITIS PADA SISTEM EKONOMI KONVENSIONAL


APilar Ekonomi Sosialisme

Sistem Ekonomi Sosialisme dibangun di atas tiga pilar, yaitu

1. Mewujudkan kesamaan (equality) secara riil

2. Menghapus kepemilikan individu secara keseluruhan ataupun sebagian

3. Mengatur produksi dan distribusi secara kolektif

    

    B. Kritik Sosialisme Terhadap Kapitalisme 

    Kritik sosialisme terhadap kapitalisme dapat dilihat dari asas yang membangun sistem ekonomi sosialis, sedangkan kapitalisme berdasarkan atas sistem dan idelogi kapitalis, yaitu : persaingan pasar, dikendalikan oleh produksi, distribusi, dan konsumsi.

Kritik Terhadap Kelangkaan sebagai Probelematika Ekonomi

            Pandangan sistem kapitalis yang menyamakan antara pengertian kebutuhan (need) dengan keinginan (want) adalah tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta. Keinginan manusia memang tidak terbatas dan cenderung terus bertambah, sementara kebutuhan pelengkap, yaitu : sekunder dan tersier kenyataannya bersifat terbatas. Adapun kebutuhan manusia yang sifatnya pelengkap yaitu : sekunder dan tersier, memang pada kenyataanya selalu berkembang terus seiring dengan tingkat kesejahteraan individunya. Namun perlu ditekankan jika suatu masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pelengkapnya, tetapi kebutuhan pokoknya pasti terpenuhi, ia tetap dapat menjalani hidup tanpa kesulitan yang berarti. Sebagai contoh seseorang sudah makan kenyang, ia dapat saja menginginkan makanan variasi lainnya, dan oleh karena itu pandangan kapitalis menyamakan antara kebutuhan dan keinginan itu tidak tepat dan tidak sesuai fakta.

           Kritik Harga dan Peranannya dalam Produksi, Konsumsi, dan Distribusi

            Pendapat ahli ekonomi kapitalis yang menyatakan bahwa harga adalah satu satunya yang mendorong laju produksi suatu negara. Naiknya harga harga produk akan mendorong para produsen perlu meningkatkan produksinya. Sementara itu produksi tidak dapat ditingkatkan kecuali dengan menambah tenaga kerja. Disis lain tenaga kerja hanya akan menawarkan lebih banyak jasanya jika upah yang mereka dapatkan lebih tinggi. Oleh karena itu menurut para ahli ekonomi kapitalis yang mendorong manusia untuk mencurahkan jerih payahnya untu berproudksi dengan imbalan yang bersifat materi (harga). Pandangan itu adalah pandangan tidak tepat dan bertentangan dengan fakta. Sebab tidak sedikit usaha yang telah dikeluarkan manusia tidaklah semata mata untuk mendapatkan imbalan berupa materi. Ada orang yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya moral dan bahkan tidak jarang harus mengeluarkan materi dengan tidak mendapatkan materi apa apa. 

    Pendapat ahli ekonomi kapitalis juga menganggap bahwa hargalah yang menjadi pengatur konsumsi dan distribusi di tengah masyarakat. Padahal jika hanya harga yang mengatur konsumsi, maka siapa saja yang tidak mampu membayar dengan harga tertentu berarti tidak dapat mengkonsumsi barang dan jasa dengan kata lain tidak layak hidup.


A.    Pandangan Islam terhadap Sistem Ekonomi Sosialis

       Sebaik-baik aturan adalah aturan yang datang dari Allâh Pencipta, Dzat Yang Maha Mengetahui kemaslahatan bagi hamba-hamba-Nya. Karenanya, Dia Azza wa Jalla menetapkan syariat yang merealisasikan kebaikan bagi mereka dan menjauhkan mereka dari keburukan, di dunia maupun akhirat. Inilah salah satu prinsip yang harus dipegangi oleh seorang Muslim dan Muslimah terkait hukum-hukum Allâh  Azza wa Jalla secara umum. 

    Sedangkan sistem ekonomi sosialis (termasuk kapitalis dan sistem-sistem ekonomi lainnya) hanyalah merupakan gagasan manusia yang akal pikirannya terbatas dan tidak selamat dari kekurangan dan kelemahan. Apalagi bila menilik latar belakang ideologi tokoh yang menggulirkannya, yaitu kekufuran atau atheisme, hal itu sudah cukup bagi umat Islam untuk menjauhinya. Selain itu, sistem ekonomi tersebut menyeret manusia menuju  masalah sosial lantaran muncul tindakan menzhalimi orang lain, dengan dalih menyetarakan tingkat ekonomi seluruh elemen masyarakat.

    Melalui Al-Qur`ân, kitab suci sumber hidayah bagi seluruh umat manusia, Allâh Azza wa Jalla memberitahukan bahwa Dia k tidaklah menyerahkan urusan penghidupan dan bagian-bagian hidup mereka di dunia ini kepada manusia. Akan tetapi, Dia sendiri yang mengatur pembagian tersebut di antara mereka. Dia k menjadikan orang ini kaya, dan orang itu kekurangan, orang ini mulia, sedangkan orang itu bermartabat rendah, orang ini menjadi pemimpin, orang ini menjadi bawahannya.


S

Comments

Popular posts from this blog

1. PARADIGMA EKONOMI ISLAM