7. Cara Pandang Islam Terhadap Esensi Aktifitas Kehidupan Manusia Di Dunia Dan Membedakannya Dengan Cara Pandang Sekuler

 A. Karakteristik Ekonomi Islam

Konsep Sekularisme merupakan ideologi yang menyatakan bahwa paham agama tidak boleh disatukan dalam urusan politik,negara,atau instituisi public lainnya. 

Sumber dari Karakteristik Ekonomi Islam itu sendiri adalah islam yang membedakannya dengan ekonomi konvensional lainnya. Sebagai agama,islam memberikan petunjuk bagi umat manusia dalam aktivitas selama di dunia ini dan juga menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan ketentuan dari ALLAH S.W.T 

Tujuan dari sistem ini adalah untuk memberikan adanya keadilan sosial-ekonomi masyarakat dengan cara mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Nilai kejujuran, keadilan,dan etika, yang diutamakan termasuk dengan tidak adanya transaksi riba, dan sebagainya

    Prinsip-prinsip tersebut telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam kegiatan ekonominya yang kemudian menjadi petunjuk umat nya untuk melakukannya. Nilai kejujuran, keadilan,dan etika, yang diutamakan termasuk dengan tidak adanya transaksi riba, dan sebagainya. Sistem bagi hasil yang menguntungkan semuaya telah lama dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW .

    Menurut pandangan Yusuf Al-Qadharawi bahwa ekonomi islam berasaskan ketuhanan,berwawasakan kemanusiaan,berakhlak dan ekonomi pertengahan.Dari pandangan Yusuf Al-Qadharawi ini maka muncul 4 nilai yang menjadi karakteristik ekonomi islam itu sendiri,yaitu ; 

1.Iqtishab Rabbani (Ekonomi Ketuhanan)

2.Iqtishad Akhlaqi (Ekonomi Akhlak)

3.Iqtishad Insani (Ekonomi Kerakyatan)

4.Iqtishad Watashi (Ekonomi Pertengahan)


B. Masalah Pokok Ekonomi Islam

Masalah pokok ekonomi islam adalah distribusi yang tidak merata. Masalah ini memberikan implikasi bahwa ada kesenjangan antara ketersediaan jumlah sumber daya yang terbatas (limited resources)  dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas (unlimited needs).

Masalah-masalah pokok ekonomi islam diantara lain :

1. Kecilnya peranan industri perbankan dan keuangan syariah dalam pembangunan infrastruktur

2. Rendahnya tingkat literasi keuangan syariah

3. Kualitas dan kompetensi sumber daya insan ekonomi dan keuangan yang masih rendah


    6 Prinsip Ekonomi Islam

1. Pengendalian Harta Individu

Harta individu harus dikendalikan agar terus mengalir secara produktif. Prinsip ini merupakan dasar dari fungsi zakat yang tidak banyak dikemukakan secara eksplisit dalam pembahasan dan kajian lain. Berdasarkan fungsi ini, zakat akan mendorong harta yang tertumpuk dan tidak produktif untuk keluar mengalir secara produktif ke dalam aktivitas perekonomian.

2. Distribusi pendapatan yang inklusif

   Distribusi pendapatan berarti suatu cara dimana kekayaan nasional di distribusikan ke dalam berbagai faktor produksi yang memberikan kontribusi terhadap negara dan prinsip-prinsip yang menentukan bagian dari tiap-tiap faktor tersebut.   Prinsip dasar ini merupakan fungsi intrumen zakat yang dikenal secara umum.

3. Bertransaksi produktif dan berbagi hasil

  Ekonomi syariah menjunjung tinggi keadilan dan menekankan berbagi hasil dan risiko (profit and risk sharing). Meniadakan atas perbuatan riba maka pengusaha dapat memperbesar wilayah kelayakan investasi menjadi optimal.

4. Transaksi keuangan terkait erat sektor riil

   Ekonomi syariah mengisyaratkan bahwa setiap transaksi keuangan harus berdasarkan transaksi sektor riil. Menurut prinsip dasar ini, transaksi keuangan hanya terjadi jika ada transaksi sektor riil yang perlu difasilitasi oleh transaksi keuangan.

5. Partisipasi Sosial Untuk Kepentingan Publik

 Sesuai dengan nilai ekonomi islam yakni pencapaian tujuan sosial diuayakan secara maksimal dengan menafkahkan sebagian hartanya untuk kepentingan bersama. Dalam mengimplementasikan dari prinsip ini jika dikelola secara optimal dan produktif akan menambah sumber daya publik dalam kegiatan aktif perekonomian.

6. Bertansaksi Atas Kerja Sama dan Keadilan

Sejalan dengan nilai-nilai ekonomi islam yang menjunjung tinggi keadilan, kerja sama dan keseimbangan, setiap transaksi muamalah, khususnya transaksi perdagangan dan pertukaran dalam perekonomian, harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan dalam syariat.


Comments

Popular posts from this blog

1. PARADIGMA EKONOMI ISLAM